Showing posts with label Aqidah. Show all posts
Showing posts with label Aqidah. Show all posts

Aug 15, 2013

Definisi Islam Menurut Syaikh Said Hawwa

Berikut penulis kutipkan tulisan Syaikh Said Hawwa mengenai ta'rif (definisi) Islam dalam bukunya al-Islam.
-----::-----
Rasulullah saw. mendefinisikan Islam dengan ta'rif yang bermacam-macam. Banyak orang yang tidak mengetahui secara jelas tentang maksud ta'rif yang telah diberikan Rasulullah saw., sebab kadang-kadang Rasul menta'rifkan
Gambar Bangunan Islam
Islam dengan cara menentukan ta'rif keseluruhan Islam dengan cara menyebut satu bagian dari ajaran Islam, seperti sabda Rasulullah saw.: al-Hajju 'arofah - "Haji itu (wukuf) di arofah." Dan kita ketahui secara pasti bahwa wukuf di Arafah itu bukan keseluruhan ibadah haji, tetapi ia merupakan sebagian dari ibadah haji.

Ungkapan ini demikian jelas menunjukkan betapa pentingnya wukuf di Arafah dalam kerangka ibadah haji. Oleh karena itu, jelas salah besar orang yang menganggap bahwa seluruh ibadah haji itu adalah wukuf di Arafah. Begitu juga salah besar orang yang menganggap sebagian dari ajaran Islam itulah sebagai keseluruhan Islam, bila Rasulullah saw. memberikan ta'rif Islam seperti ia memberikan ta'rif haji di atas.

Jul 10, 2012

Bagaimana Menyikapi Polemik Kehujahhan Hadits Ahad dalam Masalah Aqidah

Bagaimana Menyikapi Polemik Kehujahhan Hadits Ahad dalam Masalah Aqidah
Materi tentang hadits ahad karya Ust Azizi fathoni ini semoga menjawab polemik yang berkembang di masyarakat dan kadang disikapi dengan tidak tepat; seperti saling "menyesatkan atau mengkafirkan" sesama muslim, naudzubillahDi dalamnya dijelaskan memang para ulama berbeda pendapat mengenai faidah hadits ahad tersebut, apakah absah digunakan sebagai dalil dalam aqidah ataukah tidak, disertai penjelasan bagaimana sebaiknya kita menyikapi polemik yang berkembang di masyarakat. selamat menikmati. Langsung download di sini atau bisa klik gambar. 

May 20, 2011

Syirik; Macam & Bahayanya

Syirik; Macam & Bahayanya

Oleh: Ust M. Taufik N.T

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) syirik dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki”. (An-Nisa[4]: 48,116).

Definisi
Syirk (شرك) berasal dari kata شَرِكَ – يَشْرَكُ – شرِكًا yang berarti: menjadi sekutu baginya, memberikan bagian untuknya baik sedikit ataupun banyak di dalam dzat, atau makna[1]
Syirik memiliki beberapa tingkatan, dan kesemuanya tercela, yakni syirk al akbar (besar) & syirk al ashghor (kecil). Sedangkan dari sisi apakah dapat diketahui manusia lain ada syirk adz dzôhir/jâliy (jelas), syirk al khofy(tersembunyi)[2] .

Syirk adz Dzôhir
Syirik yang terjadi dalam perbuatan secara jelas bisa dilihat manusia, semisal menyembah berhala, menyembelih hewan untuk selain Allah dll. Ini terkategori juga sebagai syirk al akbar (besar)