Showing posts with label Khilafah. Show all posts
Showing posts with label Khilafah. Show all posts

Apr 17, 2016

8 Kemaslahatan Ketika Syariah Diterapkan Kaaffah dalam Khilafah

8 Kemaslahatan Ketika Syariah Diterapkan Kaaffah dalam Khilafah
Kemaslahatan ialah diperolehnya kemanfaatan, dan hilangnya kerusakan dengan memelihara 8 hal mendasar, meliputi:

  1. Terpeliharanya Agama [hifzh ad-dîn] Negara menjamin hak beragama tiap rakyatnya, khususnya menjaga aqidah umat Islam dengan menindak tegas kemurtadan dan penistaan Islam.
  2. Terpeliharanya Harta [hifzh al-mâl]: Negara menjaga harta semua warganya dan menghukum siapapun yang melanggar hak orang lain dengan hukum potong tangan atau ta’zir.
  3. Terpeliharanya Jiwa [hifzh an-nafs]: Negara menjamin keamanan jiwa tiap warganya. Hukuman terhadap pelanggarnya adalah diyat atau qishash.
  4. Terpeliharanya Akal [hifzh al-‘aql]: Negara menjaga akal setiap warganya dengan mengharamkan produksi, konsumsi, dan distribusi segala yang merusak akal seperti khamer, narkoba dan sejenisnya.
  5. Terpeliharanya Keturunan [hifzh an-nasl]: Negara menjaga keturunan tiap warganya dengan mengharamkan zina, sodomi & LGBT, dan memudahkan pernikahan. Jika dilanggar sanksinya bisa berupa dicambuk atau dibunuh.
  6. Terpeliharanya Kehormatan [hifzh al-karâmah]: Negara menjaga kehormatan tiap warganya agar tidak ada tuduhan, kecuali dengan bukti kuat sesuai syariat. Jika terjadi pelanggaran, maka sanksinya berupa had atau ta’zîr.
  7. Terpeliharanya Keamanan [hifzh al-amn]: Negara menjamin keamanan individu, masyarakat dan negara dari segala bentuk teror, ancaman dan intimidasi, pelakunya akan diberi sanksi yang keras.
  8. Terpeliharanya Negara [hifzh ad-daulah]: Negara menjaga kedaulatan dan stabilitas keamanan dalam negeri dengan mengharamkan pemberontakan dan pemisahan diri dari negara. Pelakunya akan dikenai sanksi yang keras.

Jadi, masih menganggap syariah dan khilafah sebagai ancaman? Sadarlah wahai orang-orang yang memiliki akal...



Oct 12, 2013

Tata Cara Pelaksanaan Hukum Islam terhadap Masyarakat*

masyarakat heterogen
Akhir-akhir ini gaung penerapan syariat Islam semakin menggelora. Tak hanya didengungkan oleh para ulama maupun mubhalighoh, tetapi para mahasiswa, pengusaha dan kaum intelektual turut serta di dalamnya. Namun, masih ada sebagian masyarakat yang masih bimbang dengan formalisasi syariah ini. Sering muncul pertanyaan, bagaimana dengan mereka yang nonmuslim? Apakah non muslim diharuskan memeluk Islam terlebih dahulu? Bahkan, ada yang dengan sinisnya menyatakan, ...ini Indonesia bung, bukan Arab. Kemerdekaan diperoleh berkat perjuangan para pejuang yang mereka itu tidak hanya muslim, dll

Berikut penulis nukilkan penjelasan Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani terkait tata cara Islam menerapkan hukum terhadap warga negaranya. Semoga ini bisa menepis kekhawatiran sebagian kalangan terhadap nasib non muslim kelak.

Sep 16, 2013

Jul 13, 2013

Ramadhan, Bulan Perjuangan & Kemenangan

Alhamdulillah kita disampaikan pada bulan Ramadhan 1434 H. Para pendahulu kita, generasi kaum Muslimin terdahulu, senantiasa menggiatkan amal shalih, jihad dan perjuangan di bulan Ramadhan. Ramadhan akhirnya menjadi bulan perjuangan dan kemenangan.

Sejarah menunjukkan, kaum Muslimin sejak masa Rasul SAW banyak melakukan jihad dan perjuangan di bulan Ramadhan. Berbagai kemenangan besar dan gemilang juga dikaruniakan oleh Allah kepada kaum Muslimin pada bulan Ramadhan, kemenangan-kemenangan yang mengubah jalannya sejarah peradaban umat manusia. Kewajiban puasa Ramadhan diturunkan oleh Allah pada bulan Sya’ban tahun ke-2 H. Sebulan kemudian Rasul dan para sahabat menunaikan kewajiban puasa Ramadhan untuk pertama kalinya. 
  • Pada tanggal 17 Ramadhan tahun 2 H itulah di medan perang Badar al-Kubra, Rasul dan para sahabat yang berjumlah 315 orang berperang melawan pasukan Quraisy yang berjumlah sekitar 1.000 orang. Allah menganugerahkan kemenangan kepada kaum Muslimin dalam perang itu.
  • Pada Ramadhan tahun ke-5 H, dilakukan persiapan perang Khandaq atau perang Ahzab melawan pasukan sekutu antara Quraisy dan Ghathafan.

Apr 5, 2013

Kultwit Ust Ismail Yusanto: "Seputar Pancasila"


1. Berikut saya kultwitkan  pandangan problematis di seputar Pancasila.

2. Pernah sy sampaikan dlm bedah buku Pancasila dan Syariat Islam karya Hamka Haq, Ketua Umum Baitul Muslimin, ormas sayap PDI-P di Jakarta

3. Pancasila adalah set of philosophy (seperangkat pandangan filosofis) ttg ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan