Showing posts with label Lain-Lain. Show all posts
Showing posts with label Lain-Lain. Show all posts

Oct 22, 2016

Hari Santri Nasional Digging up the Past

Hari Santri Nasional
Oleh: M. Ismail Yusanto

Digging up the past adalah slogan yang sangat terkenal di kalangan para arkeolog. Ini mewakili semangat mereka untuk mengungkap masa lalu melalui usaha penemuan dan penggalian situs-situs bersejarah. Hasilnya adalah sebuah rekonstruksi kehidupan atau peradaban di masa lalu yang diharap bisa memberi pelajaran kepada kehidupan sekarang dan di masa mendatang.

Tapi slogan itu kiranya tepat juga dipakai oleh kita saat ini yang konsern pada pentingnya pelurusan sejarah. Terlebih setelah Presiden Jokowi - memenuhi janji kampanye saat pilpres tahun lalu - menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional.  Penetapan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri tidak lepas dari kiprah santri dan para kiai dalam melawan penjajah yang ketika itu terus berusaha mengancam kemerdekaan Indonesia yang baru saja diproklamasikan. 

Pada 21 Oktober 1945, berkumpul para kiai se-Jawa dan Madura di kantor ANO (Ansor Nahdlatul Oelama). Setelah rapat darurat sehari semalam,  pada 22 Oktober dideklarasikanlah seruan jihad fi sabilillah yang belakangan dikenal dengan istilah Resolusi Jihad. Intinya, membela kemerdekaan Indonesia sebagai negeri muslim dari kaum penjajah adalah kewajiban syar’iy. Inilah jihad, yang diperintahkan Allah SWT, dan pelakunya sangat dimuliakan.

++++

Kita tentu berharap, penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional bukan sekadar pemenuhan janji bagi kepentingan politik pencitraan, tapi ada misi yang lebih jauh, yakni usaha untuk mengungkap kebenaran sejarah. Misi ini sangat penting karena pelurusan sejarah akan berpengaruh besar dalam ikhtiar membangun kesadaran publik yang benar di masa mendatang.

Kita tahu, sejarah memang tidaklah netral. Sejarah adalah realitas tangan ke dua (second-hand reality) yang sangat tergantung pada siapa yang menuliskan, dan atas dasar kepentingan apa sejarah itu ditulis. Di sinilah, demi memuluskan kepentingan politik penguasa, kejahatan penulisan sejarah kerap terjadi.

Setidaknya ada 3 kejahatan penulisan sejarah yang dilakukan dengan tujuan untuk mengaburkan peran Islam dalam sejarah bangsa dan negara ini.
Pertama, penguburan atau peniadaan peristiwa sejarah. Salah satu contoh paling nyata, ya soal Resolusi Jihad itu. Bila sejarah pergerakan  kemerdekaan ditulis secara jujur, mestinya akan terbaca sangat jelas peran besar para santri yang tergabung dalam Hizbullah dan para kyai yang tergabung dalam Sabilillah dalam periode mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Lebih khusus peran KH Hasyim Asy’ari saat mengeluarkan Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945 untuk melawan penjajahan Belanda yang ketika itu, dengan membonceng sekutu, hendak kembali bercokol.

Menurut cucu KH Hasyim, KH Salahuddin Wahid, resolusi atau fatwa itu telah mendorong puluhan ribu muslim, utamanya di Surabaya, untuk bertempur melawan Belanda dengan gagah berani. Peristiwa heroik di Hotel Oranye, Surabaya, itulah yang kemudian diperingati sebagai Hari Pahlawan, 10 November. Tanpa resolusi itu, mungkin semangat  melawan Belanda dan sekutu tidak terlalu tinggi. Tapi, dalam buku sejarah, peristiwa penting itu tidak ditulis. Sungguh aneh, peristiwa 10 November selalu disebut-sebut, tapi Resolusi Jihad yang membuat peristiwa 10 November bisa terjadi malah disembunyikan.

Buku Resolusi Jihad Paling Syar’iy, yang ditulis oleh Gugun el Guyanie (Pustaka Pesantren, 2010) adalah salah satu buku yang dari sub judulnya “Biarkan kebenaran yang hampir setengah abad dikaburkan catatan sejarah itu terbongkar” menggambarkan semangat untuk mengungkap kebenaran sejarah, khususnya di seputar Resolusi Jihad, yang menurut sejarahwan Belanda Martin van Bruinessen, peristiwa penting ini memang tidak mendapat perhatian yang layak dari para sejarahwan.

Kedua, pengaburan peristiwa sejarah. Contohnya, siapa sebenarnya inspirator kebangkitan nasional melawan penjajah? Bila sejarah mencatat secara jujur, mestinya bukan Boedi Oetomo, melainkan Syarikat Islam (SI) yang merupakan pengembangan dari Syarikah Dagang Islam (SDI) yang antara lain dipimpin oleh HOS Cokroaminoto, yang harus disebut sebagai cikal bakal kesadaran nasional melawan penjajah. Sebagai gerakan politik, SI ketika itu benar-benar memang bersifat nasional, ditandai dengan eksistensinya di lebih dari 18 wilayah di Indonesia, dan dengan tujuan yang sangat jelas, yakni melawan penjajah Belanda. Sebaliknya, Boedi Oetomo sesungguhnya hanya perkumpulan kecil, sangat elitis, bahkan rasis, serta sama sekali  tidak memiliki spirit perlawanan terhadap Belanda. Tapi mengapa justru sejarah menempatkan Boedi Oetomo sebagai pelopor?

Ketiga, pengaburan konteks peristiwa sejarah.  Tentu bukan sebuah kebetulan belaka ketika Kebangkitan Nasional ditetapkan berdasar pada kelahiran Boedi Oetomo, bukan Sarekat Islam – sebagaimana juga Hari Pendidikan Nasional, bukan didasarkan pada kelahiran Muhammadiyah dengan sekolah pertama yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan pada 1912, kemana Ki Hadjar waktu itu banyak belajar. Ki Hadjar sendiri baru mendirikan sekolah Taman Siswa pada 1922. Sebab, bila itu dilakukan maka yang akan mengemuka tentu adalah spirit atau semangat Islam. Dalam setting kepentingan politik penguasa saat itu, hal itu sangatlah tidak dikehendaki. 

Padahal, spirit Islam sesungguhnya telah lama menjadi dasar perjuangan kemerdekaan di masa lalu. Peperangan yang terjadi pada abad ke-19 melawan Belanda tidak lain didorong oleh semangat jihad melawan penjajah. Ketika Pangeran Diponegoro memanggil sukarelawan, maka kebanyakan yang tergugah adalah para ulama dan santri dari pelosok desa. Begitu juga pemberontakan petani menentang penindasan yang berlangsung terus-menerus sepanjang abad ke-19 selalu dibawah bendera Islam. Perlawanan yang dilakukan oleh Tengku Cik Di Tiro, Teuku Umar dan diteruskan oleh Cut Nyak Dien dari tahun 1873-1906 adalah jihad melawan kape-kape Belanda. Begitu juga dengan perang Padri. Sebutan Padri menggambarkan bahwa perang ini merupakan perang keagamaan. Jadi, jelas sekali ada usaha sistematis untuk meminggirkan, bahkan menghilangkan peran Islam dalam sejarah perjuangan kemerdekaan serta menghilangkan spirit  Islam dari wajah sejarah bangsa dan negara ini.


Oleh karena itu, penetapan Hari Santri Nasional harus bisa dijadikan momentum untuk melawan kejahatan sejarah itu, serta usaha menulis ulang sejarah: tentang apa yang disebut kebangkitan nasional, pendidikan nasional dan sejarah nasional lainnya, termasuk sejarah pergerakan pra kemerdekaan secara kritis, jujur dan obyektif sehingga peran Islam bisa diletakkan secara tepat. Sejarah dalam istilah al Qur’an sebagaimana kisah, mengandung ibrah atau pelajaran. Pengaburan apalagi penguburan sejarah dari fakta yang sebenarnya tentu akan menutupi ibrah yang mestinya bisa  didapat.

Maka, bila mengacu kepada sejarah yang benar tentang peran Syarikat Islam, KH Ahmad Dahlan, dan lannya, juga peran KH Hasyim Asy’ari dengan Resolusi Jihadnya serta peran Hizbullah – Sabilillah, kita tentu akan mendapatkan spirit Islam itu. Juga bahwa Kebangkitan hakiki adalah kembalinya kesadaran akan hakikat hidup manusia sebagai abdullah dan khalifatullah dengan misi untuk menyembah Sang Khaliq dan memakmurkan bumi dengan menjalankan segala titahNya. Jadi, kebangkitan bukan hanya sebuah kata sloganistik, tetapi suatu kata yang menginisiasi perjuangan bagi sebuah perubahan dalam seluruh aspek kehidupan bangsa dari penjajahan ideologi-ideologi jahiliah yang menyengsarakan rakyat menuju yang memberikan rahmat bagi semua. Itulah kebangkitan dengan spirit Islam,  yang  ketika itu digelorakan oleh Cokroaminoto dan Sarekat Islam. Spirit Islam semacam itulah yang diperlukan sebagai sumber kekuatan perjuangan guna membawa negeri ini ke arah yang lebih baik di bawah ridha Ilahi.

Jadi, Hari Santri Nasional mestinya bukan sekadar digging up the past (mengungkap masa lalu), tapi digging up the truth (mengungkap kebenaran)!

Aug 10, 2016

Heboh... Google Hapus Palestina di Google Maps

Dimana palestina?
Masyarakat dunia maya dihebohkan dengan berita dihapusnya Palestina dari google maps. Sebagaimana diketahui bahwa Palestina selama ini terjajah oleh israel yang menjadi anak emas dari amerika. Entah bagaimana, seberapa besar pun dukungan dari negara di dunia yang menginginkan Palestina menjadi negara merdeka, nyatanya tidak digubris oleh israel dan amerika. Berbagai laporan tentang pelanggaran HAM di palestina oleh israel pun seolah-olah hanyalah angin lalu saja. Kini dunia maya pun dihebohkan dengan hilangnya Palestina dari google maps, Sehingga masyarakat pun ramai-ramai membuat dukungan untuk Palestina. Seperti Petisi GOOGLE: Put Palestine On Your Maps!. Bagi Anda yang ingin berpartisipasi, silahkan ikuti link berikut ini

Dukungan pun meluas, banyak juga video-video dukungan yang tersebar di youtube dan facebook seperti video di bawah ini.


Inti masalahnya sebenarnya adalah penjajahan yang dilakukan israel terhadap Palestina. Kemudian tanah tersebut diakui sebagai tanah mereka dengan cara menindas dan mengusir tuan rumah, yaitu Rakyat Palestina. Sehingga solusi hakiki adalah mengembalikan tanah yang dijarah oleh Israel kepada Palestina, tidak ada cara lain. Itu pun akan berhasil ketika umat Islam bersatu mengusir israel dari tanah Palestina. Saya sepakat dengan analisis berikut ini Khilafah Dan Jihad: Solusi Masalah Palestina. Bagaimana dengan Anda?

Jul 21, 2016

Cara Memasang Pixel Facebook di Website

Cara Memasang Pixel Facebook di Website
Pixel facebook berguna untuk merekam data pengunjung yang juga sedang login di facebooknya. Kemudian pixel fb ini berguna untuk retargeting dalam iklan fb. Mungkin dari kita semua pernah berkunjung ke lazada atau tokopedia, kemudian mengklik dan melihat-lihat beberapa macam produk yang ditawarkan. Setelah itu ketika membuka fb, iklan dari lazada maupun tokopedia selalu tampil di beranda kita bahkan dengan produk yang pernah kita lihat-lihat. Itulah retargeting, yaitu mengingatkan (baca: "mengejar") pengunjung web melalui iklan di facebook.

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
  • Buka Facebook dan masuk ke ads manager atau pengelola iklan
Masuk ke Pengelola iklan


  • Masuk ke asset dan cari piksel
masuk ke alat dan cari piksel

  • Ambil kode piksel facebook kita
Ambil kode piksel facebook
--
Ambil kode piksel facebook

  • Pasangkan di website kita. Untuk blogspot, buka editor template dan pasangkan antara kode. Sebelum memasangkan di blogspot, Anda bisa memparse kode tersebut di sini. Kode piksel hasil parse tersebut taruh di website seperti gambar di bawah. dan
Pasang di blogsppot
--
Untuk yang berbasis wordpress, cari juga header yang mengandung kode dan . Taruh di antara 2 kode tersebut
cara pasang di wordpress

  • Pasang facebook pixel helper untuk mengecek benar tidaknya pemasangan piksel di website kita.
Pasang facebook pixel helper

  • Cek website kita yang telah dipasangi piksel facebook
Cek website dengan fb pixel helper

  • Custom audience, untuk menandai pengunjung website kita yang mana, karena piksel fb cuma 1 tetapi bisa digunakan untuk banyak website.
 custom audience


Setelah merekam banyak pengunjung, gunakan untuk iklan produk kita. Tonton panduan dengan video di sini
Selamat mencoba





Jun 29, 2016

BebasBayar - Sahabat Setia Saat Mudik Lebaran

BebasBayar - Sahabat Setia Saat Mudik Lebaran
Ramadhan 1437 H kali ini kita berada di era digital, mau tak mau kita Kita harus menghadapinya dan menjalaninya. Banyak keuntungan di era digital seperti ini. Salah satunya kecepatan dan kemudahan akses informasi. Anda cukup memiliki smartphone dan jaringan internet, maka informasi dari belahan dunia mana pun dapat Anda nikmati.

Selain itu, kita pun tak mungkin terlepas dari kebutuhan yang terkait dengan era digital saat ini apalagi suasana Ramadhan dan musim mudik lebaran. Saat mudik Kita pasti membutuhkan hal berikut ini:
  • Pulsa HP untuk komunikasi dengan keluarga tercinta maupun teman dan sahabat
  • Kuota internet untuk tetap terhubung dengan sosial media, sehingga bisa tetap terhubung dengan teman, sahabat maupun kolega bisnis yang tidak bisa kita jumpai langsung dengan cara bertatap muka.

Gak terbayang kan kalau tiba-tiba kita tidak bisa berkomunikasi atau berinternet ria saat mudik dan lebaran? Mau membeli pulsa dan paket internet? Ternyata penjualnya juga sibuk mudik dan merayakan lebaran bersama keluarganya. Habislah sudah...

Namun, Anda tak perlu khawatir, percayakan semua kebutuhan pulsa dan internet Anda kepada BebasBayar. Sebuah aplikasi pembelian dan pembayaran online berbasis web, android dan text messaging yang dikembangkan oleh PT Bimasakti Multi Sinergi. Dengan aplikasi ini Anda tak perlu khawatir akan kehabisan pulsa dan kuota internet. Cukup sms, maka kuota internet Anda pun bisa bertambah kembali dan Anda pun dapat menyambung silaturahmi dengan teman dan sahabat Anda di mana pun mereka berada.

Tak hanya itu, dengan BebasBayar Anda pun dapat melakukan berbagai macam pembayaran langsung dari HP Anda, seperti:
  1. Tagihan rutin bulanan, seperti PLN pascabayar & prabayar/token, tagihan air di lebih dari 60 area PDAM, telepon, tagihan internet/speedy, cicilan kendaran (lebih dari 20 multifinance terbesar), cicilan kartu kredit (lebih dari 10 lembaga keuangan/perbankan), tagihan TV kabel (lebih dari 30 TV berlangganan), Pembayaran Gas Negara (GAS)
  2. Pembelian rutin kapan saja, seperti pulsa prabayar semua operator, pulsa data internet semua operator dan voucher game online (lebih dari 35 game online)
  3. Travel dan tiket, seperti tiket pesawat 14 maskapai, tiket kereta dan hotel
  4. Asuransi, meliputi lebih dari 10 perusahaan penyediaan jasa asuransi dan BPJS
  5. Zakat, infak dan shadaqah termasuk qurban
  6. Pajak; PBB, pajak kendaraan mobil dan motor serta yang lainnya
  7. Tiket hiburan
  8. Transaksi online, seperti belanja online, transfer dana, kirim uang
  9. Bisnis online, meliputi rekening bersama (escrow/rekber), pemasangan iklan baris
Anda pun tak perlu khawatir lupa membayar tagihan rutin bulanan karena sibuk dengan mudik dan lebaran di kampung halaman. Apalagi tanggal mudik dan lebaran tahun 2016 ini bertepatan dengan waktu yang tepat untuk melakukan pembayaran tagihan rutin keluarga Anda. Semua pembayaran rutin Anda dapat dibayar otomatis sesuai dengan tanggal yang Anda inginkan, tinggal disetting saja di dalam aplikasinya. Wow... luar biasa bukan?

Jadi tunggu apalagi, segera download aplikasi BebasBayar melalui link di bawah ini.

BebasBayar on itunesBebasBayar on Googleplay

Satu lagi yang perlu Anda ketahui, pendaftaran bersifat gratis dan dapat Anda lakukan pula melalui sms, cukup ketik DAFTAR.NamaAnda.NoHP.Bank.Nominal.1276288 kirim SMS ke 082244823999. Tunggu beberapa detik dan lakukan perintah yang dikirimkan melalui sms ke inbok HP Anda.

Anda tidak perlu khawatir dengan potongan administrasi atau yang lainnya, tidak ada sama sekali. Deposit yang Anda kirimkan 100% dapat Anda gunakan untuk keperluan transaksi saat mudik dan lebaran. Tak hanya itu, Anda pun dapat menggunakannya sebagai salah satu pendapatan tambahan ketika kembali ke tempat kerja. Bahkan bisa menjadi pendapatan yang menjanjikan, tergantung keuletan dan kesungguhan Anda. Menarik bukan? Jadi, masih mau menunggu? Ingat... Biaya terbesar malah terletak pada biaya menunggu dan tidak mengambil kesempatan. Semoga bermanfaat

Blog kompetisi BebasBayar - Sahabat Setia Saat Mudik Lebaran

Apr 17, 2016

8 Kemaslahatan Ketika Syariah Diterapkan Kaaffah dalam Khilafah

8 Kemaslahatan Ketika Syariah Diterapkan Kaaffah dalam Khilafah
Kemaslahatan ialah diperolehnya kemanfaatan, dan hilangnya kerusakan dengan memelihara 8 hal mendasar, meliputi:

  1. Terpeliharanya Agama [hifzh ad-dîn] Negara menjamin hak beragama tiap rakyatnya, khususnya menjaga aqidah umat Islam dengan menindak tegas kemurtadan dan penistaan Islam.
  2. Terpeliharanya Harta [hifzh al-mâl]: Negara menjaga harta semua warganya dan menghukum siapapun yang melanggar hak orang lain dengan hukum potong tangan atau ta’zir.
  3. Terpeliharanya Jiwa [hifzh an-nafs]: Negara menjamin keamanan jiwa tiap warganya. Hukuman terhadap pelanggarnya adalah diyat atau qishash.
  4. Terpeliharanya Akal [hifzh al-‘aql]: Negara menjaga akal setiap warganya dengan mengharamkan produksi, konsumsi, dan distribusi segala yang merusak akal seperti khamer, narkoba dan sejenisnya.
  5. Terpeliharanya Keturunan [hifzh an-nasl]: Negara menjaga keturunan tiap warganya dengan mengharamkan zina, sodomi & LGBT, dan memudahkan pernikahan. Jika dilanggar sanksinya bisa berupa dicambuk atau dibunuh.
  6. Terpeliharanya Kehormatan [hifzh al-karâmah]: Negara menjaga kehormatan tiap warganya agar tidak ada tuduhan, kecuali dengan bukti kuat sesuai syariat. Jika terjadi pelanggaran, maka sanksinya berupa had atau ta’zîr.
  7. Terpeliharanya Keamanan [hifzh al-amn]: Negara menjamin keamanan individu, masyarakat dan negara dari segala bentuk teror, ancaman dan intimidasi, pelakunya akan diberi sanksi yang keras.
  8. Terpeliharanya Negara [hifzh ad-daulah]: Negara menjaga kedaulatan dan stabilitas keamanan dalam negeri dengan mengharamkan pemberontakan dan pemisahan diri dari negara. Pelakunya akan dikenai sanksi yang keras.

Jadi, masih menganggap syariah dan khilafah sebagai ancaman? Sadarlah wahai orang-orang yang memiliki akal...



Apr 23, 2015

Solusi untuk Indonesia

Saudaraku, kita semua tahu, negeri ini tengah dikepung oleh berbagai masalah. Sebagian orang berharap, presiden baru, Jokowi yang memiliki
Islam solusi Indonesia
popularitas luas di tengah masyarakat, akan bisa menyelesaikan masalah-masalah itu, setidaknya meringankan dampak buruknya terhadap masyarakat. Nyatanya, setelah enam bulan menerima tampuk pemerintahan, berbagai masalah itu bukan teratasi, tetapi semakin meningkat dan meluas. Presiden baru itu membuat kebijakan yang membuat rakyat kian menderita. Tanpa belas kasihan, dia menaikkan harga BBM dan menghapus subsidi BBM.