May 31, 2012

Takziyah Bapak Satirman Almarhum, Syabab HTI Kota Banjar

Usia lanjut tidak menghalanginya beriltizam, ia pun ingin mati di jalan dakwah, kini dirinya telah memilih salah satu dari dua kemuliaan: "hidup mulia atau mati syahid". Inna Lillahi wa inna ilayhi raji’un. Telah berpulang ke Rahmatullah, Satirman (75 tahun). Aktivis Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kota Banjar ini mengalami kecelakaan di jalan sepulang Konferensi Tokoh Umat (KTU) Jawa Barat, Ahad 27 Mei 2012.

Pada pengadaan maktab HTI Banjar, ia termasuk orang yang pertama yang berkomitmen bahkan di atas batas minimal. Saat info KTU digulirkan ia segera menunaikan kewajibannya, keterbatasan ekonomi tak jadi penghalang. Ia tak pernah absen dalam setiap kegiatan hizbut tahrir, saum sunnah dijalankannya, qiyamulail menghiasi tiap malam-malamnya, tabi’ah hizbiyah telah menjadi kesehariannya, mati syahid impiannya, tegaknya khilafah kerinduannya.

Pada salah satu puteranya yang juga daris, ia pernah berpesan, bahwa ia ingin mati di jalan dakwah, kini ia telah memilih salah satu dari dua kemuliaan: hidup mulia atau mati syahid. Selamat jalan wahai pejuang, sahabat… semoga Allah menempatkanmu di surga-Nya.

Allahummaghfirlahu, warhamhu, wa’afihi, wa’fu ‘anhu, wa akrim nuzulahu, wawassi’ madkhalahu, waj’al jannah maswan lahu, waj’al ahlahu minal shabiriin. Aamiin.
[http://hizbut-tahrir.or.id]

Related Posts

Takziyah Bapak Satirman Almarhum, Syabab HTI Kota Banjar
4/ 5
Oleh

1 komentar: