Showing posts with label Hikmah. Show all posts
Showing posts with label Hikmah. Show all posts

Oct 15, 2015

Nikmatilah Jalan Kebenaran

Jalan kebenaran itu sulit dan berat serta sarat dengan cobaan, penuh onak dan duri pula. Semua orang
Perjuangan dalam menyuarakan syariah dan khilafah
mengetahui hal ini secara meyakinkan tanpa ada keraguan sedikit pun. Bagaimana tidak, mereka menyaksikan dan mendengar penderitaan kaum Muslim yang berjalan di jalan ini. Mulai dari tuduhan sebagai kelompok radikal ekstrim, penghinaan, pembatasan hak bahkan pembunuhan. Lihatlah saudara kita di berbagai belahan dunia.

Kendati sulit dan berat, orang Mukmin menikmati dan menyukai jalan kebenaran ini serta menemukan kenikmatan di dalamnya, yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Sebab, kenikmatan tersebut hanya dirasakan oleh orang-orang yang merasakannya. Nikmatnya jalan kebenaran ini meringankan segala kesulitan, memudahkan segala kesusahan, membuat rintangan menjadi ringan, menjadikan seseorang ridha dengan Allah, kendati ia, misalnya, menjalani masa yang paling sulit sekalipun.

Tidakkah kita melihat seorang sahabat mulia, Haram bin Milhan ra., saat ditusuk dengan tombak, lalu tombak itu dicabut dari tubuhnya dan ia melihat darah mengucur dari tubuhnya, ia malah berkata, "Demi Allah, aku beruntung." (HR Bukhari, Muslim dan Ahmad)

Demikian pula dengan Sahabat yang mulia Utsman bin Madz'un. Matanya dicukil setelah ia menolak berada dalam perlindungan orang musyrik dan lebih senang dalam perlindungan-Nya. Walid bin Mughirah berkata kepada Utsman bin Madz'un, "Demi Allah, wahai keponakanku, dulu matamu sehat dan tidak seperti ini, sebab engkau dalam perlindungan yang kuat." Utsman bin Madz'un menjawab, "Demi Allah, mataku yang sehat perlu merasakan juga apa yang dirasakan mata-mata lain di jalan Allah. Sesungguhnya aku berada dalam perlindungan pihak yang lebih kuat daripada dirimu." (HR Abu Nuaim)

Bahkan, tidakkah kita mendengar kata-kata Khalid bin Walid, "Aku lebih menyukai malam yang sangat dingin dan bersalju, di tengah-tengah pasukan yang akan menyerang musuh pada pagi hari, daripada malam saat aku mendapat pengantin atau saat aku diberi kabar kelahiran anak laki-laki." (HR Ibnu Mubarak dan Abu Nuaim)

Bahkan Shalahudin al-Ayyubi, karena cintanya kepada jihad serta merasakan nikmatnya kematian dan kelelahan di jalan Allah, tidak menyukai kehidupan model istana dan bermewah-mewahan. Ia menyukai hidup di kemah dan padang pasir.

Ada lagi yang lain, yakni Umair bin Abi Waqqash ra. Ia adalah adik Saad bin Abi Waqqash ra. Ia baru berumur enam belas tahun saat perang Badar. Ia pergi ke medan perang dan bersembunyi dari penglihatan Rasulullah saw. karena khawatir dipulangkan. Ketika Rasulullah saw. mengetahui keinginan dan semangatnya untuk berperang, Beliau mengizinkannya berperang. Umair bin Abi Waqqash pun bertempur hingga terbunuh sebagai syahid. (HR al-Hakim dan Ibnu Saad)

Diriwayatkan dari Anas ra., ia berkata: Ketika perang Uhud kaum muslim berlarian meninggalkan Nabi saw. Abu Thalhah sedang berada di depan Nabi saw., melindungi beliau dengan perisainya. Abu halhah adalah seorang pemanah yang sangat cepat lemparannya. Pada saat itu ia mampu menangkis dua atau tiga busur tanah. Kemudian ada seorang lelaki yang lewat, ia membawa satu wadah anak panah kemudian berkata, "Aku akan menebarkannya  untuk Abu Thalhah." Kemudian Nabi saw. berdiri tegak untuk melihat orang-orang. Maka Abu Thalhah berkata, "Ya Nabiyullah, demi bapak dan ibuku, engkau jangan berdiri tegak, nanti panah-panah orang akan mengenaimu, biarkan aku yang berkorban jangan engkau..." (Mutafaq 'Alaih)

Orang-orang yang disebutkan di atas menikmati sekaligus merasakan manisnya berjuang dan berkorban di jalan kebenaran dan merasakan manisnya hingga tidak merasakan berat dan sulitnya jalan kebenaran. Bahkan manisnya jalan kebenaran yang mereka rasakan mampu mengubah siksaan menjadi nikmat, rasa pahit menjadi manis, kesusahan terasa mudah dan sesuatu yang mahal terasa murah. Mereka mencintai sesuatu yang Allah cintai. Ini tentu tingkatan tinggi dan agung. Siapa yang diberi jalan untuk meraih tingkatan tersebut, sungguh berarti ia telah diberi jalan meraih kebaikan yang sangat besar.

Semoga di era digital dengan sosial media yang sangat ramai ini, kita mampu memanfaatkannya untuk berjalan di jalan kebenaran. #yukberbagi

[diolah dari buku 'Pesan-pesan menggugah untuk pengemban dakwah' karya Dr Najih Ibrahim]

Jan 7, 2015

Maulid Nabi ShallaLlahu 'Alaihi wa Sallam: Simbol Kelahiran Masyarakat Baru

 Oleh: Arief B. Iskandar

Tak terasa, kita kembali ada di bulan Rabiul Awwal, yang diyakini oleh kaum Mjuslim sebagai bulan kelahiran Baginda Rasulullah saw. Seperti biasa, Peringatan Hari Kelahiran Baginda Rasulullah saw. Muhammad—atau dikenal dengan Peringatan Maulid Nabi saw.—ramai diselenggarakan oleh kaum Muslim di berbagai tempat, khususnya di Tanah Air.
Kaligrafi bertliskan Muhammad saw

Namun demikian, tanpa mengurangi sikap pengagungan kita terhadap Baginda Rasulullah saw., kelahiran seorang manusia—termasuk beliau—sebetulnya merupakan perkara yang biasa saja. Bagaimana tidak? Setiap hari, setiap jam, bahkan setiap menit dunia ini tidak henti-hentinya menyambut kelahiran bayi-bayi manusia yang baru. Karena perkara yang biasa-biasa saja, tidak terasa bahwa dunia ini telah dihuni lebih dari 6 miliar jiwa.

Dec 3, 2014

Muslim Nusantara Kami Berharap Kepada Kalian....

Muslim Nusantara Kami Berharap Kepada Kalian....

Tulisan ini dishare dari Ust Dr. Fahmy Lukman, semoga menggugah kita semua. Bahwa peran kita dinantikan muslim di belahan bumi yang lain.

Suatu saat kami duduk di Masjid Jogokariyan, di hadirat Syaikh Dr. Abu Bakr Al 'Awawidah, Wakil Ketua Rabithah 'Ulama Palestina. Kami katakan pada beliau, "Ya Syaikh, berbagai telaah menyatakan bahwa persoalan Palestina ini takkan selesai sampai bangsa 'Arab bersatu. Bagaimana pendapat Anda?"

Beliau tersenyum. "Tidak begitu ya Ukhayya", ujarnya lembut. "Sesungguhnya Allah memilih untuk menjayakan agamanya ini sesiapa yang dipilihNya di antara hambaNya; Dia genapkan untuk mereka syarat-syaratnya, lalu Dia muliakan mereka dengan agama & kejayaan itu."

"Pada kurun awal", lanjut beliau, "Allah memilih Bangsa 'Arab. Dipimpin RasuluLlah, Khulafaur Rasyidin, & beberapa penguasa Daulah 'Umawiyah, agama ini jaya. Lalu ketika para penguasa Daulah itu beserta para punggawanya menyimpang, Allahpun mencabut amanah penjayaan itu dari mereka."

Oct 7, 2014

Defensif - Apologetik

Syariah Ajaran Islam, Kok ditolak?
Menyusul pemberitaan media massa cetak, elektronik dan on-line yang cukup masif tentang kontroversi sepak terjang ISIS, mencuat lagi monsterisasi terhadap sejumlah simbol dan ajaran-ajaran Islam.

Monsterisasi simbol dan ajaran Islam bukanlah baru kali ini terjadi. Sebelumnya, pada masa Orde Baru ada istilah Komando Jihad, disingkat Komji. Istilah ini disematkan kepada kelompok yang dituding melakukan penentangan terhadap Pemerintah. Lalu, setiap kali ada tokoh atau kelompok Islam yang kritis terhadap Pemerintah, mereka lantas dengan mudah disebut kelompok Komji. Siapa saja yang sudah dicap sebagai anggota Komji, jangan harap akan selamat dari kejaran pihak berwajib. Walhasil, Komji seperti keranjang yang dijadikan penampungan siapa saja yang dianggap berlawanan dengan pemerintahan Orde Baru, yang pada tahun 80-an itu memang dirasakan sangat represif terhadap umat Islam.

Monsterisasi tak lain bertujuan untuk menimbulkan rasa takut di kalangan umat. Dengan tindakan pemerintahan Orde Baru yang begitu represif, siapa saja ketika itu tentu tidak ingin dicap sebagai anggota Komji. Akibatnya, umat menjauh dari hal-hal yang sekiranya bisa diasosiasikan dengan Komji. Akibat lebih jauh, istilah jihad menjadi terasa asing dan menakutkan.

Jul 11, 2014

Download: Al-Qur'an Tajwid Digital Al-Kalam

Pada bulan Ramadhan tahun ini, 1435 H, merupakan momen yang sangat tepat untuk memperoleh pahala berlimpah, salah satunya dengan memperbanyak membaca al-Qur'an. Walapun, pada bulan-bulan yang lain membaca al-Quran merupakan amalan yang memiliki banyak keutamaan. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: “Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran.” (QS. Az Zumar: 23)
Al-Kalam dengan Kaca Pembesar
Fasilitas Kaca Pembesar pada al-Kalam

Oleh karena itu, penulis tergerak untuk berbagi sebuah software al-Quran Digital yang sangat bagus, yaitu al-Kalam. Sangat membantu bagi mereka yang sering berada di depan PC/Laptop, dapat digunakan untuk membaca secara langsung maupun belajar tajwid sambil mendengarkan lantunan dari suara qari. Untuk mendownload, silahkan klik link berikut (ada 27 part, masing-masing 100mb, bisa digabung dengan Hj-Split). 

Al-Kalam memiliki beberapa keunggulan, diantaranya:

Mar 23, 2014

Renungan Menuju 9 April 2014: Popularitas dan Kapabilitas

Bulan Maret 2014 ini adalah bulan yang mendebarkan bagi sekitar 1,6 juta
aspirasi rakyat
orang yang menjadi calon anggota legislatif (caleg) Pusat maupun Daerah. Pada bulan ini kesibukan mereka pasti makin meningkat. Apalagi menjelang hari pencoblosan 9 April nanti. Inilah waktu tersisa yang mereka punyai sebelum Hari-H. Mereka harus memastikan wajahnya betul-betul dikenal oleh publik di Daerah Pemilihan (Dapil)-nya. Apa boleh buat, ini pemilihan wakil rakyat yang kontestasinya memang ditentukan oleh tingkat popularitas. Anda mungkin saja punya segudang kemampuan, tetapi kalau tidak populer, jangan harap bisa sukses dalam pertarungan. Sebaliknya, meski kemampuannya pas-pasan, jika populer, mungkin Anda dengan mudah melenggang ke gedung parlemen.

Jul 29, 2013

Renungan Ramadhan: Salah Satu Karakter Muhammad al-Fatih - Sang Penakluk Konstantinopel

Dikisahkan ketika Konstantinopel telah ditaklukkan dan pasukan Islam hendak melaksanakan shalat Jumat untuk pertama kali. Muncul masalah, siapakah yang layak menjadi imam shalat jum’at?

Tidak ada yang berani menawarkan diri. Melihat hal itu, Sultan Mehmed (Muhammad al-Fatih)  segera bangun dan meminta kepada seluruh jamaah untuk sama-sama berdiri. Kemudian, dia bertanya, “Siapakah di antara kalian yang sejak remaja, sejak akil balighnya hingga hari ini pernah meninggalkan shalat wajib lima waktu, silahkan duduk?!”