Kepemimpinan: Ciri Jiwa Kepemimpinan Bag 2

Kepemimpinan: Ciri Jiwa Kepemimpinan Bag 2

Jika pada tulisan bagian 1 membicarakan ciri-ciri dari jiwa dan naluri kepemimpinan. Pada bagian 2 ini akan dipaparkan persyaratan-persyaratan yang harus dimiliki dan dikembangkan oleh kita agar menjadi pemimpin di manapun kita berada.

Untuk menjadi pemimpin, kita tidak harus menjadi seorang intelektual, seorang yang memiliki gelar MBA atau MM misalnya. Menurut Stephen Covey, seorang pakar kepemimpinan dari Utah-AS, “kepemimpinan bukanlah manajemen.” William Cohen, penulis buku “The art of The Leader” juga menyatakan, “Kepemimpinan tidak ada hubungannya dengan manajemen”.

Stephen Covey memberikan 3 persyaratan dasar yang harus dipenuhi, yaitu:
  1. Pribadi proaktif
  2. Visi
  3. “Principle of Gentleness”
Pribadi Proaktif

Seorang pemimpin harus mempunyai kemampuan dan keberanian untuk menentukan, memutuskan serta melakukan sesuatu berdasarkan pertimbangan dan perhitungannya sendiri. Untuk memungkinkan sikap seperti itu, dibutuhkan sifat proaktif. Istilah proaktif dapat diartikan dengan “berkepribadian kuat, progresif dan aktif”. Sosok orang yang berjiwa pemimpin adalah mereka yang teramat tegar untuk bisa dipengaruhi orang lain atau lingkungan. Ia memiliki pendirian yang kuat, tidak reaktif atau mudah terpengaruh oleh hal-hal dari luar, malah berusaha mempengaruhi lingkungan sekitarnya. Namun, mau mendengar masukan-masukan, nasihat-nasihat dan peringatan dari orang lain.

“Progresif” menunjukkan bahwa ia selalu bertindak dengan orientasi ke arah kemajuan, ke arah hal-hal yang membangun. Sedangkan “aktif” berarti tidak pasif dan tidak bersifat menunggu. Tidak menunggu suatu keajaiban, perubahan suasana atau menunggu orang lain datang mengubah nasibnya. Ia akan berusaha mengubah nasibnya sendiri dan menggunakan prinsip “menjemput bola” untuk mencari hal-hal yang mampu merubah dirinya. Selalu berinisiatif, berani mencoba apa saja yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain.

Visi

Ada seorang dosen penulis yang menyatakan bahwa visi adalah “gambaran masa depan yang jelas dan lugas”. Ya, seoarang pemimpin adalah orang yang mampu membuat konsep atau gambaran masa depan yang ingin dicapai. Jika kita hendak membuat rumah, maka sebelumnya kita harus memiliki gambaran seperti apa rumah tersebut; mulai dari berapa jumlah ruangan, warna cat, bentuk pintu atau jendela. Seperti itulah gambaran sebuah visi.

Pada tahap pembentukan visi, jiwa kepemimpinan ini sangat diperlukan berkaitan dengan sikap mental, motivasi, kemauan dan kegigihan, kemampuan bervisualisasi, pikiran positif, daya juang dan tanggung jawab. Sedangkan pada tahap pelaksanaan, maka manajemen yang berhubungan dengan faktor intelektual diperlukan. Manajemen diperlukan untuk menyelesaikan masalah terkait efisiensi, sistem danprosedur, keahlian, keterampilan, ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena itu, memang kepemimpinan bukanlah manajemen, tetapi keduanya saling membutuhkan.

Principle of Gentleness

Principle of gentleness adalah prinsip kelembutan, yaitu efektivitas, efisiensi dan sinergi. Seorang pemimpin harus memiliki asumsi dasar bahwa setiap orang adalah baik dan setiap orang memiliki kemampuan dan potensi yang berbeda dan bermanfaat. Ketika menghadapi penentang, ia tidak lantas memvonis dan menghukum begitu saja, tetapi berusaha memahami kondisi secermat mungkin dan memberikan solusi terbaik untuk mencapai kemaslahatan bersama. Seorang yang berjiwa pemimpin juga merupakan orang yang tidak mudah tersinggung, ia selalu menyediakan dirinya sebagai tempat mengutarakan keluh kesah pihak lain dan siap mendengar sebelum angkat bicara.


Itulah sikap-sikap dasar yang harus kita miliki agar jiwa kepemimpinan kita terasah. Dengan begitu, kita akan mampu menjadi seorang pemimpin di level di mana kita berada, mampu membimbing diri dan membawa orang lain menuju kebaikan, mampu memberikan solusi dan siap berkorban; bukan seorang egois yang sekaligus menjadi beban orang lain.

[diolah dari buku “Cermin Kepemimpinan” karya Rusman Hakim]
Baca Juga
SHARE
Subscribe to get free updates

Related Posts

Post a Comment

lihat