Kamis, 22 Januari 2015

Ambillah yang Mudah dan Jangan Persulit Diri Sendiri

Syarah Hadits Arba'in: Mengambil yang mudah dan tidak mempersulit diri sendiri

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ صَخْرٍ رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ: مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَنِبُوهُ وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ؛ فَإِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ كَثْرَةُ مَسَائِلِهِمْ وَاخْتِلافُهُمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ
“Dari Abu Hurairah, ‘Abdurrahman ibn Shakhr radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Apa yang aku larang atas kalian, maka jauhilah. Apa yang aku perintahkan kepada kalian, kerjakanlah semampu kalian. Sesungguhnya yang membinasakan orang-orang sebelum kalian adalah banyaknya pertanyaan dan perselisihan mereka terhadap nabi-nabi mereka.”

TAKHRIJ HADITS

Kamis, 08 Januari 2015

Agama adalah Nasihat: Bagi Allah, Rasul-Nya, Kitab-Nya, Bagi Para Pemimpin dan Kaum Muslimin

عَنْ أَبِيْ رُقَيَّةَ تَمِيْم بْنِ أَوْسٍ الدَّارِيِّ رضي الله عنه أَنَّ النبي صلى الله عليه وسلم قَالَ: الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ قُلْنَا: لِمَنْ يَارَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: للهِ، ولكتابه، ولِرَسُوْلِهِ، وَلأَئِمَّةِ المُسْلِمِيْنَ، وَعَامَّتِهِمْ.
Artinya:
“Dari Abi Ruqayyah, Tamim ibn Aus ad-Dari radhiyallahu ‘anhu, sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Agama adalah nasihat.’ Kami (para shahabat) berkata, ‘Bagi siapa?’, beliau bersabda, ‘Bagi Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin, dan bagi kaum muslimin pada umumnya.’”
nasihat

TAKHRIJ HADITS
Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab “Al-Iman”, bab “Bayaan anna ad-Diin an-Nashiihah” no. 55. Hadits ini juga diriwayatkan Abu Dawud, an-Nasai dan lainnya.

KEDUDUKAN HADITS
Menurut penulis Al-Wafi hadits ini adalah salah satu jawaami’ul kalim, yaitu hadits yang singkat padat namun penuh makna, yang menjadi ciri khusus Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam saat berbicara. Oleh karena itu para ulama menyatakan bahwa hadits ini merupakan poros ajaran Islam.