Aug 2, 2013

IndoBoClub (IBC): Sebuah Ulasan

IndoBoClub
Saya menyempatkan mengulas sebuah bisnis yang sedang mulai booming di dunia maya yang dikenal dengan IndoBoClub (www.indoboclub.com) karena kebetulan sahabat saya ikut bergabung dan mengajak untuk mencoba ikut. Sebelumnya saya juga pernah beberapa kali ikut bisnis serupa (baca: MLM), baik yang fokus pada produk kesehatan maupun pulsa. Akan tetapi, setelah mengenyam pendidikan di bidang ekonomi syariah, saya memiliki pandangan berbeda terkait bisnis ini. Ulasan ini juga sebagai salah satu bentuk pengamalan ilmu yang saya geluti, walaupun dengan banyak kekurangan dan keterbatasan. Juga sebagai bentuk nasihat antar sesama muslim, karena di sana saya melihat beberapa hal yang bertentangan dengan syara’.

System Kerja IBC
Secara singkat, system kerja IBC dapat digambarkan sebagai berikut:

  1. Kita mendaftarkan diri sebagai anggota pada situs resminya dan mengaktifkan account kita melalui verifikasi sms. (saya dapatkan melalui sms admin IBC)
  2. Mempromosikan URL keanggotaan. Promosi bisa dilakukan melalui sms, facebook, twitter maupun blog.
  3. Pendapatan akan diperoleh dengan 2 opsi:
1). Tanpa melakukan upgrade (membeli “ads/iklan” minimal sebesar Rp 100.000) maka pendapatan yang diperoleh adalah sebesar $0,01 dari setiap downline yang mendaftar dibawah kita (downline langsung tanpa batas, dengan kedalaman 10 level)
2). Jika melakukan upgrade (telah membeli “ads/iklan” min Rp 100.000) maka pendapatan yang kan diperoleh adalah 2% per hari dari nilai “ads/iklan”. Ini bersifat fixed. Jika melakukan “compound” (re-invest/beli “ads/iklan” dari pendapatan yang sudah terkumpu, min $ 0,5) maka ada pendapatan extra sebesar $ 0,13%. Silahkan lihat kalkulator yang dibuat mereka, klik. Kemudian ada tambahan dari upgrade/pembelian iklan para downline (5% dari DL level 1; 2% dari DL level 2; dan 1% dari DL level 3 sd 10)
Mengenai pencairan bonus dan lain-lain silahkan lihat situs IBC. Karena ulasan saya akan fokus pada system kerja bisnis ini.


Ulasan System Kerja IBC

Setelah melihat gambaran kerja IBC, maka saya akan memberikan beberapa ulasan yang cukup sederhana sebagai berikut:
  • Ini jelas system MLM, ada upline dan ada downline. Siapa yang terlebih dahulu daftar maka dia akan selalu berada di atas dan memiliki pendapatan lebih dibanding para downlinenya, kecuali mungkin dengan membeli ads/iklan dengan nilai yang sangat besar. Saya tidak bisa membayangkan mereka-mereka yang ada di bawah.
  • Pendapatan utama bisnis ini adalah “pembelian iklan/ads”. Jika memang pendiri bisnis ini menginvestasikannya pada usaha riil, silahkan tunjukkan investasi di perusahaan mana dan dengan akad apa? Iklan ini dipasang dimana? Juga menjadi pertanyaan. Apakah hanya di situs IBC saja? Kebanyakan anggota memperoleh anggota adalah hasil promosi mandiri sana sini.
  • Pendapatan fixed, berupa 2% bagi anggota yang telah upgrade maupun pendapatan extra 0,13% bagi yang melakukan compound adalah system bunga. Jika bukan bunga, misalkan bagi hasil pendapatan, tentunya nilainya tidak fixed dan dihitung dari prosentase keuntungan, bukan prosentase paket iklan yang dibeli. Bunga termasuk riba dan diharamkan oleh seluruh agama samawi, dianggap membahayakan oleh Islam, Yahudi dan Nashrani.

Ulasan-ulasan di atas setidaknya cukup bagi kita untuk mengambil sikap terhadap bisnis ini, apalagi bagi kita yang muslim/ah. Ulasan di atas adalah ulasan sederhana tanpa melihat akad dalam bisnis tersebut. Bagi sahabat yang ingin mendapatkan pembahasan mlm secara mendalam dari segi akadnya, silahkan download: makalahseputar mlm, mp3 kajian seputar mlm, power point seputar mlm.


Saya tidak menafikan bagi mereka yang telah berpendapatan dari bisnis ini, bahkan saya pernah berkomunikasi dengan mereka yang mengaku berpendapatan 8juta. Apakah 8 juta itu pendapatan tiap bulan? Ataukah pendapatan total dari sejak gabung sampai dengan sekarang? Berapa total biaya yang ia keluarkan: untuk pembelian ads/iklan, untuk pembelian pulsa HP, pembelian pulsa modem atau pergi ke warnet? Wallahu a’lam, merekalah yang tahu.

Tips Bisnis dengan modal Minim

Saya mengapresiasi bagi mereka yang berusaha memperoleh pendapatan dengan mencoba masuk ke berbagai jenis bisnis. Akan tetapi, halal dan haram adalah standar bagi seorang muslim dalam bertindak di kehidupan sehari-hari. Berikut tips bisnis bagi kita yang bermodal minim:
  •  Reseller
Jika modal kita terbatas, kita bisa memulai bisnis dengan menjadi resseller. Kita menjualkan produk milik orang lain.
  •  Dropship
Berbeda dengan reseller, dengan dropship kita tidak perlu memegang/memilliki barangnya, kita hanya membantu mempromosikan produknya lalu mendapatkan fee marketing.
  • Twitter, Fanspage, Online Shop
Kita bisa menawarkan produk melalui media sosial di internet. Apakah itu membangun merek di twitter, mendisplay produk via fanspage FB atau toko online. Terlebih pengguna internet di Indonesia menembus 70Jt user.
  • Keahlian
Kita bisa bisnis dengan keahlian, misal sebagai perancang baju, penulis, konsultan, EO, tukang cukur, dll
  • Partner bisnis
Carilah rekan yang memiliki modal atau bisa juga membuat usaha patungan antar beberapa orang. Kemudian kita bisa menggunakan akad mudharabah, syirkah inan, syirkah wujuh atau mufawadhah.

InsyaAllah ulasan ini akan saya perbaiki jika dirasa perlu dan atau menemukan fakta baru dari lapangan maupun jika terjadi diskusi dengan para praktisi IBC

-- Semoga bermanfaat --


Related Posts

IndoBoClub (IBC): Sebuah Ulasan
4/ 5
Oleh

3 komentar

Aerin Dan Irena Lavani
Aug 2, 2013, 8:28:00 PM delete

saya pernah bertanya kepada Admin, uang investasi member itu sebenarnya diputar dibidang apa kok bisa mejadi 200%selama 100 hari?
jawab Admin: uang itu diputer di Trading Forex

Reply
avatar
Aug 3, 2013, 8:04:00 AM delete

ketahuan sudah dari mana pendapatan tersebut, forex sama dengan perjudian karena mengharapkan capital gain, maka hukumnya haram. sebab di dalamnya tidak ada serah terima secara tunai

Reply
avatar