Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Bencana Longsor di Cibeunying Majenang Cilacap

Tanah longsor yang melanda Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah pada Kamis malam, 13 November 2025 menjadi salah satu bencana alam paling mematikan di tahun ini. Bencana ini menimpa tiga dusun, yaitu Dusun Cibeunying, Cibaduyut, dan Tarakan di Desa Cibeunying. Hingga 18 November 2025, tercatat 18 orang meninggal dunia dan 5 orang lainnya masih dalam pencarian. Pemahaman mendalam tentang penyebab dan karakteristik longsor ini sangat penting untuk meningkatkan kewaspadaan dan upaya mitigasi di masa mendatang.

Bencana Longsor di Cibeunying Majenang Cilacap


Faktor Cuaca sebagai Pemicu Utama

Hujan deras dengan intensitas tinggi menjadi pemicu utama. BMKG mencatat curah hujan sangat tinggi di Majenang, mencapai 98,4 mm/hari dan 68 mm/hari selama dua hari berturut-turut. Hujan berhari-hari menyebabkan tanah menjadi jenuh air sehingga lereng perbukitan menjadi tidak stabil dan rentan longsor.

Kelembapan udara sangat tinggi serta fenomena atmosfer seperti Madden Julian Oscillation (MJO), pusaran angin, dan zona belokan angin di sekitar Jawa juga memperkuat proses pembentukan awan hujan. Kondisi ini mendukung hujan lebat disertai angin kencang dan kilat di wilayah Majenang.

Kondisi Geologi dan Karakteristik Tanah

  • Lereng Curam dan Tidak Stabil: Desa Cibeunying berada di kawasan perbukitan bertopografi curam. Lereng dengan beda tinggi mencapai 90 meter sangat rentan terhadap pergerakan tanah saat mengalami peningkatan kadar air.
  • Tanah Pelapukan Tebal dan Gembur: Jenis tanah pelapukan yang tebal dan gembur mudah jenuh air. Ketika air meresap, daya ikat antar partikel menurun dan tanah mudah bergerak dan runtuh.
  • Zona Kerentanan Menengah: Berdasarkan peta gerakan tanah Jawa Tengah, Majenang masuk kategori risiko menengah, terutama di musim hujan.
  • Struktur Batuan Dasar: Batuan lunak/batu berlapis di bawah tanah pelapukan mudah menjadi bidang gelincir saat terendam air.

Dampak Bencana

  • Korban Jiwa dan Material: 18 meninggal dunia, 5 hilang, puluhan rumah rusak. 46 jiwa terdampak langsung, ratusan mengungsi ke lokasi aman.
  • Zona Merah dan Relokasi: Wilayah Desa Cibeunying resmi ditetapkan sebagai zona merah dan dinyatakan tidak layak huni untuk menghindari risiko longsor susulan.

Ancaman Longsor Susulan

Salah satu tantangan terbesar pencarian korban adalah ancaman longsor susulan. Retakan berbentuk tapal kuda di atas lereng menandakan tanah rawan bergerak. Hujan baru bisa memicu longsor ulang yang membahayakan para petugas.

Pemerintah berencana membangun saluran drainase khusus untuk mengurangi rembesan air ke area rawan longsor.

Tanda-Tanda Awal Longsor

  • Retakan tanah tapal kuda di lereng
  • Retakan pada lantai/dinding bangunan
  • Pintu/jendela sulit dibuka
  • Jatuhan tanah/kerikil dan suara gemuruh

Upaya Mitigasi dan Pencegahan

  • Pembuatan saluran drainase dan terasering lereng
  • Penghijauan dengan vegetasi akar dalam
  • Membangun penahan dan pelindung lereng
  • Menghindari pemukiman di zona rawan
  • Sistem peringatan dini (LEWS) berbasis masyarakat serta edukasi rutin tanda-tanda longsor
  • BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca & operasi modifikasi cuaca jika berisiko tinggi
  • Relokasi warga zona merah ke lokasi yang lebih aman

Kesimpulan

Bencana longsor di Majenang merupakan hasil kombinasi curah hujan ekstrem, karakter tanah yang mudah jenuh air, dan struktur geologi lemah. Penting untuk terus meningkatkan kewaspadaan, memaksimalkan sistem peringatan dini, dan mendukung relokasi warga dari zona rawan agar keselamatan masyarakat tetap terjaga. Sinergi antara pemerintah, ilmuwan, dan masyarakat sangat dibutuhkan agar risiko longsor dapat diminimalisir di masa mendatang.

Posting Komentar untuk "Bencana Longsor di Cibeunying Majenang Cilacap"